Pages

Rabu, 23 Oktober 2013

Tentang Bacon

Gw punya Idola baru, Francis Bacon

Filsuf, Penulis, dan politikus yang gagal karena ketahuan nerima suap swaktu menjabat ketua Majelis tinggi Britania Raya tahun 1618. Dia emang gagal jadi seorang negarawan, tapi dikalangan pemikir dan ilmuwan beliau adalah Bapak Empirisme yang jadi dasar metodologi penelitian sains sampe sekarang. Tetang beliau selengkapnya baca aja diwikipedia, tapi gw mau share sedikit hal – hal yg menjadikan bacon layak sebagai panutan.

Karya penting pertamanya ialah bukunya yang berjudul Essays, pertama muncul tahun 1597 dan sedikit demi sedikit diperluas. Essays ini yang ditulis dengan padat dan gaya luar biasa bagus, mengandung kekayaan mendalam, bukan saja dalam masalah politik melainkan juga menyangkut hal ihwal pribadi pula. Beberapa contoh yang khas misalnya:

Orang muda lebih cocok mencipta ketimbang mengambil keputusan, lebih cocok bertindak ketimbang beri pertimbangan, lebih cocok untuk menggarap proyek baru ketimbang berbisnis yang sudah mapan ... Orang berumur terlalu sering menolak, berunding terlalu lama, berbuat terlalu sedikit ... Tentu bagus jika bisa menggabungkan kedua pekerjaan itu, karena nilai yang terkandung pada masing-masing usia bisa melempangkan kekurangan yang melekat pada tubuh keduanya ...

Tetapi, tulisan Bacon terpenting adalah menyangkut falsafah ilmu pengetahuan. Dia merencanakan suatu kerja besar Instauratio Magna atau Great Renewal dalam enam bagian. Bagian pertama dimaksud untuk meninjau kembali keadaan ilmu pengetahuan kita. Bagian kedua menjabarkan sistem baru penelaahan ilmu. Bagian ketiga bersisikan kumpulan data empiris. Bagian keempat berisi ilustrasi sistem baru ilmiahnya dalam praktik. Bagian kelima menyuguhkan kesimpulan sementara. Dan bagian keenam suatu sintesa ilmu pengetahuan yang diperoleh dari metode barunya. Taklah mengherankan, skema raksasa ini --mungkin pekerjaan yang paling ambisius sejak Aristoteles--tak pernah terselesaikan. Tetapi, buku The Advancement of Learning (1605) dan Novum Organum (1620) dapat dianggap sebagai penyelesaian kedua bagian dari kerja raksasanya.

Novum Organum atau New Instrument mungkin buku Bacon terpenting. Buku ini dasarnya merupakan pernyataan pengukuhan untuk penerimaan metode empiris tentang penyelidikan. Praktek bertumpu sepenuhnya pada logika deduktifnya Aristoteles adalah tak ada guna, merosot, absurd. Karena itu diperlukan metode baru penelaahan, suatu metode induktif. Ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu titik tempat bertolak dan mengambil kesimpulan darinya; tetapi ilmu pengetahuan adalah sesuatu tempat sampai ke tujuan. Untuk memahami dunia ini, pertama orang mesti "mengamati"nya. Pertama, kumpulkan fakta-fakta. Kemudian, kata Bacon, ambil kesimpulan dari fakta-fakta itu dengan cara argumentasi induktif yang logis. Meskipun para ilmuwan tidak mengikuti metode induktif Bacon dalam semua segi, tetapi ide umumnya yang diutarakannya penelitian dan percobaan penting yang ruwet jadi gerak dorong dari metode yang digunakan oleh mereka sejak itu.

Buku terakhir Bacon adalah The New Atlantis, sebuah penjelasan tentang negeri utopis terletak di pulau khayalan di Pasifik. Meskipun pokok cerita diilhami oleh Utopia Sir Thomas More, keseluruhan pokok masalah yang terdapat dalam buku Bacon sepenuhnya berbeda. Dalam buku Bacon, kemakmuran dan keadilan dalam negara idealnya tergantung pada dan hasil langsung dari hasil pemusatan penyelidikan ilmiah. Dengan tersirat, tentu saja, Bacon memberitahu. pada pembacanya bahwa penggunaan intelegensia dalam penyelidikan ilmiah dapat membuat Eropa makmur dan bahagia seperti halnya penduduk yang hidup di pulau khayalan itu.

Orang selayaknya boleh bilang bahwa Francis Bacon merupakan filosof modern pertama. Pandangan keseluruhannya adalah sekuler dan bukannya religius (kendati dia percaya kepada Tuhan dengan keyakinan teguh). Dia seorang rasionalis dan bukan orang yang percaya kepada takhayul; seorang empiris dan bukannya seorang dogmatis yang logikanya mencla-mencle. Di bidang politik dia seorang realis dan bukan seorang teoritikus. Dengan pengetahuannya yang mendalam dalam pengetahuan klasik serta keahlian sastranya yang mantap, dia menaruh simpati terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Meskipun dia seorang Inggris yang setia, Bacon punya pandangan berjangka jauh melampaui batas negerinya. Dia membedakan 3 jenis ambisi:

Pertama, mereka yang berselera meluaskan kekuasaannya di negerinya sendiri, suatu selera yang vulgar dan tak bermutu. Kedua, ialah mereka yang bekerja meluaskan kekuasaan atas negerinya sendiri dan penguasaannya atas penduduk. Ini tentu lebih bermutu meskipun kurang baik. Tetapi, jika orang mencoba mendirikan dan meluaskan kekuasaan dan dominasi terhadap umat manusia di seluruh jagad, ambisinya ini tak salah lagi lebih bijak dari kedua ambisi yang disebut duluan.
Bacon juga menghindari 4 idola yang membatasi kita untuk menerima pengetahuan yaitu.

pertama, idola tribus yaitu berasal dari kata tribe. yaitu halangan yang berasal dari manusia itu sendiri. kedua, idola specus yaitu berasal dari kata specus. idola ini ada pada sudut pandang tiap- tiap individu yang berasal dari pendidikan, kebiasaan dan lain-lain. ketiga, idola fori yaitu fori adalah pasar yang berarti perbincangan yang tidak bermakna seperti orang di pasar. keempat, idola theatri yaitu terlalu terpesona terhadap satu teori sehingga tidak mengkritisinya.

setelah melepaskan diri dari 4 idola kita harus melakukan penyelidikan dalam 3 tahap yaitu.
pertama, collectio yaitu mengumpulkan sebanyak mungkin data yang ada di pengalaman kita. kedua, exclusio yaitu menyaring dan membuang bagian- bagian yang tidak diperlukan. ketiga, dindeminatio yaitu menyimpulkan data-data yang ada ke dalam kesimpulan umum dan membuat teori baru.

Biarpun Bacon seorang pengkhotbah ilmu pengetahuan, dia sendiri bukan seorang ilmuwan, ataupun setara dengan kemajuan-kemajuan yang diperbuat orang sezamannya. Bacon anggap sepi samasekali Napier (yang baru saja menemukan logaritma) dan Kepler, bahkan teman sejawat Inggrisnya William Harvey. Bacon dengan tepat mengganggap bahwa "panas merupakan bentuk dari gerak," suatu ide ilmiah yang penting. Tetapi, di bidang astronomi dia menolak pikiran-pikiran Copernicus. Haruslah diingat, Bacon tidak mencoba menyuguhkan hukum-hukum ilmiah secara komplit dan tepat. Dia sekadar hanya mencoba menyuguhkan hasil pengamatan apa-apa yang perlu dipelajari. Perkiraan-perkiraan ilmiahnya hanya bermaksud mendorong adanya diskusi lebih lanjut, dan bukannya suatu jawaban final.

Francis Bacon bukanlah orang pertama yang menemukan arti kegunaan penyimpulan akliah secara induktif, dan juga bukan dia orang pertama yang memahami keuntungan-keuntungan yang mungkin diraih oleh masyarakat pengembangan ilmu pengetahuan. Tetapi, tak ada orang sebelum Bacon yang pernah menerbitkan dan menyebarkan gagasan seluas itu dan sesemangat itu. Lebih dari itu, sebagian karena Bacon seorang penulis yang begitu bagus, dan sebagian karena kemasyhurannya selaku politikus terkemuka, sikap Bacon terhadap ilmu pengetahuan betul-betul punya makna penting yang besar. Tatkala "Royal Society of London" (kelompok elit orang pilihan) didirikan tahun 1662 untuk menggalakkan ilmu pengetahuan, para pendirinya menyebut Bacon sebagai sumber inspirasinya. Dan ketika Encyclopedie yang besar itu ditulis zaman "Pembaharuan Perancis," para penyumbang tulisan utama seperti Diderot dan d'Alembert, juga menyampaikan pujiannya kepada Bacon yang memberikan inspirasi terhadap kerjanya. Andaikata Novum Organum dan The New Atlantis agak kurang dibaca orang ketimbang dulu, ini disebabkan pesan-pesan yang disampaikan oleh buku itu sudah begitu luas diterima orang.


Bacon layak dibandingkan setara dengan filosof Perancis Rene Descartes, tokoh pendorong lain bagi masa depan ilmu pengetahuan mendatang. Bacon hidup lebih dulu segenerasi dari Descartes dan dia lebih gigih dari Descartes dalam hal mengumandangkan pentingnya penelitian dan percobaan-percobaan. Tetapi, arti penting orang Perancis ini dalam hal penemuan matematika membuat ia sedikit lebih tinggi dalam perbandingannya dengan Bacon.

Sabtu, 31 Agustus 2013

............

Tuhan, singgahlah
Lihatlah beranda fikirku
Lihat berapa banyak rupamu

Duniamu begitu keji, tapi lebih kejilah aku
Aku belum sanggup mengubah, ciptaanmu ini madul
Fikiranku selalu saja masturbasi, mengeluarkan ide yang tak berguna
Sampai habis, kering

Tapi tenanglah, aku sadar aku ini ciptaanmu
Aku rasa jutaan kalipun fikiranku masturbasi, tak akan habis ideku
Aku percaya, suatu saat ada benih yang tumbuh
Hidup, menghidupi
Berwarna, mewarnai
Sejuk, menyejukkan

Hanya saja aku takut aka nada yang merusak
Aku tahu itu, karena itulah Engkau
Selalu menciptakan tandingan, kejanggalan
Rasa sakit, cemburu
Geli, konyol
Yah, semaumu
Kaulah Tuhan, segala muasal

Kaulah misteri, kau Ilmu
Kau keculasan dunia
Kau gelap, yang bersembunyi dibalik terang
Jiwamu terkungkung pada keselarasan
Kau yang membunuh berkali – kali, tapi tiada menilaimu berdosa
Kau menghidupkan berulang – ulang, tapi tak ada yang berterima kasih
Kau takuti kami, kau sanjung kami
Kau membuat bingung segala mahluk
Siapa yang menugaskanMu, adakah?
Adakah?
Adakah?
Adakah?
Adakah?
Sampaikanlah padanya, aku masih hebat!
Aku tetap angkuh, aku ini ciptaanMu Tuhan
Tak segampang itu aku lemas, aku akan terbakar berulang – ulang
Menjadi arang, menjadi abu
Menjadi tanah, dan menjadi manusia kembali
Menjadi Ciptaanmu..


Untukmu " Kasih "

Ya, Mungkin aku memang tidak begitu mencintaimu
Besaran karsaku hanya sebatas celotehan
Aku menikmatimu lewat duniaku yang begitu aman
Memandangimu tanpa kau pernah tahu
Menggerayangimu, membelai rambutmu
Semauku, ya karena kamu hambaku
Aku tuanmu, aku rajamu, aku pahlawanmu, aku mimpimu
Kamu memujaku, kamu melayaniku, kamu budakku
Kamu memelukku, kamu mencium keningku, kamu memgenggam erat tanganku
Kamu menyeringai, menatap hangat, kamu barbaring dihangat dadaku
Kita berlari, merencanakan mimpi, bertengkar
Melompat, merayap, menatap pada senja
Apapun!, karena aku selalu berkhayal

Kasih, aku menyukaimu
Melirikmu, menciummu
Begitu hina, hanya nafsu yang aku utarakan
Sepertinya memang tak  ada cinta, hanya nafsu
Nafsu, nafsu, nafsu, mesum!

Aku tak segagah Rahwana yang berani merebut Shinta,
Tak sebodoh Romeo yang dikasihi Juliet
Dan tak menawan seperti Ali yang mempesona Muhammad
Aku pecundang, si jago onani
Aku tak bergeming didekatmu
Aku tak bernyali menantap kecil matamu
Aku gemetar, mulutku bungkam
Dadaku membuncah, tapi tubuhku lemas membiru
Hati kecilku lincah berontak, tapi tak begitu kuat
Begitu kecil untuk menghidupkan raksasa bodoh yang menaunginya

Kasih, aku berpura – pura tunduk pada tuhanku
Memujanya untukmu, mengingatnya karena mengharapmu
Munafik!, aku munafik!
Tapi aku tahu, aku mengenalNya
Dia itu Tuhanku, dialah sumber keresahan ini
Dia yang menciptakan mahluk jahat seperti dirimu!
Berkacalah!, ada dua taring meyeringai disenyummu
Oh.., tapi aku rindu
Hisaplah darahku sampai habis, bila hanya itu cintaku
Ya hanya itu, apapun
Apapun asal aku bisa menghidupimu
Jarahlah jiwaku, tubuhku
Ambil apapun semaumu, hidupilah dirimu
Tubuhku sempurna, tapi cintaku tak berharga

Tubuhmu mungil, mungkin satu tangan untuk menghempasmu
Kemarilah, rangkul pundakku
Kamu akan memyukainya, aku kudamu
Kita akan melompat dan terjatuh, terbang
Dan mati

Kasih, kemarikan jemarimu
Raba wajahku, tatap!
Ludahi!, pukul!
Percuma!, aku selalu membiru
Mati saat kau mendekat

Mendekatlah, kita bergumul
Tak apa, aku lemas
Berceritalah.., bersandarlah..
Gunakan aku, maki semaumu, hujamkan belati!
Tangisi aku,
ya memang sehina itu kegunaanku

Kasih, apakah kau mendengarnya?
Saat kau meniadakan jiwaku, apakah mendengarnya?
Ya, mungkin memang hanya seperti itu
Tidak akan pernah terdengar dari mulutku
Tidak akan sedikitpun terkorban
Karena mungkin cintaku tidak sampai hati
Mungkin aku hanya tersihir mungil matamu
Mungkin Tuhan hanya mengerjaiku
Ya, terserah Dia
Mungkin kau hanyalah alatNya
Ya, dia seperti pamer kuasa
Dia marah padaku karena terlalu sombong dengan akalku
Sial!, aku kena
Dia membodohiku, aku takluk
Ini Cinta wahai Tuhan
Alat yang paling sempurna buat menyiksa dan menyadarkan hambaMU
Oke, aku terima
Kau yang berkuasa, puaskah engkau?

Tapi demi hidupku, aku begitu menikmati siksaanMu
Ini sempurna, inikah kemegahan nikmatMu?
Hangatkan hatiku lagi Tuhan, aku ingin memberikan itu padanya
Tuhan, aku begitu rindu
Muliakanlah hidup gadis itu, dia selalu ingin terbang
Matanya bercerita padaku, berilah ia sayap
Peluk dia, hangatkan..
Aku membiru, tak sanggup melakukan itu untuknya
Tubuhku begitu dingin untuknya, mataku rabun untuk memandunya
Daratkanlah kecupanku pada keningnya, katakan pada hatinya
Aku rindu..


Minggu, 25 Agustus 2013

Most Beautiful Indonesian Folk Song "Genjer - Genjer"

Tolong baca dulu artikel gw sebelumnya tentang komunis, biar nyambung.

Belakangan gw lagi mengagumi Tan - Malaka, buku - buku, catatan sejarah, short movie, etc dah. Waktu gw lagi gk kuat nerusin baca buku beliau yg Madilog (Materialisme - Dialektika - Logika), iseng aja liat timeline twitter, trus tau - tau ngelink ke youtube aja. nemu lagu Gendjer - gendjer, gw dengerin ternyata musiknya uenak tenan (baca : enak banget). karena bahasa jawa gw kurang ngerti, jdi langsung aja gw cari lyric sekalian chordnya. ternyata ada diwikipedia mulai dari asal - usul lagu kepopulerannya dan bahkan sedihnya lagu itu hilang karena isu PKI.

Kenapa ujung - ujungnya PKI ?, iya dong Tan Malaka adalah pendiri partai Murba (Musyawarah Rakyat Banyak) yang beraliran Komunis (baca artikel gw sebelumnya tentang komunis). Tapi partai murba tidak berkembang. Balik lagi ke lagu genjer – genjer menurut Wikipedia lagu genjer – genjer berasal dari banyumas dengan bahasa Osing (rumpun bahasa jawa).

Ini lirik lagunya

Versi asli

Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Emak'e thole teko-teko mbubuti genjer
Emak'e thole teko-teko mbubuti genjer
Ulih sak tenong mungkur sedhot sing tolah-toleh
Genjer-genjer saiki wis digowo mulih

Genjer-genjer esuk-esuk didol ning pasar
Genjer-genjer esuk-esuk didol ning pasar
Dijejer-jejer diuntingi podho didhasar
Dijejer-jejer diuntingi podho didhasar
Emak'e jebeng podho tuku nggowo welasah
Genjer-genjer saiki wis arep diolah

Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Setengah mateng dientas yo dienggo iwak
Setengah mateng dientas yo dienggo iwak
Sego sak piring sambel jeruk ring pelonco
Genjer-genjer dipangan musuhe sego


Terjemahan Bahasa Indonesia

Genjer-genjer di petak sawah berhamparan
Genjer-genjer di petak sawah berhamparan
Ibu si bocah datang memunguti genjer
Ibu si bocah datang memunguti genjer
Dapat sebakul dia berpaling begitu saja tanpa melihat ke belakang
Genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulang

Genjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar
Genjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ibu si gadis membeli genjer sambil membawa wadah-anyaman-bambu
Genjer-genjer sekarang akan dimasak

Genjer-genjer masuk periuk air mendidih
Genjer-genjer masuk periuk air mendidih
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Nasi sepiring sambal jeruk di dipan
Genjer-genjer dimakan bersama nasi

Dari liriknya emang Cuma nyeritain tentang genjer, ya emng gitulah. Lagu ini lagu rakyat, dimana ekspresi rakyat waktu itu begitu akrab dengan genjer sebagai penganan sehari – hari. Yang hanya dipetik disawah – sawah dan dijual dipasar untuk menambah pundi rezeki. Padahal genjer sangat minim akan gizi apalagi protein, tapi apa daya hanya genjer yang aslinya hanya gulma tanaman padi yang bisa mereka konsumsi sebagai teman sepiring nasi. Ya itulah rakyat kita sebelum Merdeka.

Sebagai penyuka genjer yang dicocol sambel terasi, gw begitu larut dalam romantisme music dan kepedihan dalam lirik lagu ini. Semula lagu ini adalah lagu kesenian angklung yang syairnya dikarang Oleh Muhammad Arif. Musiknya begitu luar biasa cerdas dibanding lagu – lagu rakyat lain dizamannya. Nih linknya..

 Vocal Lilis Suryani




Vocal Bing Slamet



 



Versi Dubstep Tecno By Filastine





selama Orde baru lagu ini haram didengar, tapi sekarang bebaas….!!! Itulah yg gw rasain lagu ini bener – bener merakyat dengan lirik yang begiru dalem dan music yang begitu indah. Bahkan di youtube ada yang ngubah ke bahasa kamboja yg tdinya genjer – genjer jadi Genger – genger, haha gokil. Jadi music dubstep tecno dan orchestra. Tapi dasarnya lagu ini emang lagu bagus, siapa aja yang nggubah tetep aja bagus, gw juga mau bikin coverannya nih.


Nah ini yg Bahasa Kamboja By Dengue Fever



 

Gk salah kalo lagu ini identik dengan komunis, karena yang menjadi penggerak Komunis adalah kaum buruh dan petani. Dimana lirik dalam lagu ini begitu dekat dengan mereka dan menjadi symbol kepedihan mereka menjadi rakyat jelata. dan dalam kampanye – kampanyenya PKI memang menggunakan LEKRA (Lembaga Kesenian Rakyat) untuk mendekatkan diri ke Rakyat dan menyampaikan ideologi Komunisnya.

Lagu yang bener – bener Indah dan ekspresif, murni, haha.. itu yg gw rasain wktu ngedengernya. Tapi karakter keindahannya dibunuh oleh perilaku politik yang konyol. Nah sekarang era kebebasan berekspresi, semoga lagu ini tetep dinyanyiin sebagai lagu rakyat dan memberi kenyamanan bagi yang mendengarnya.




Persepsi gw Tentang Komunis

Beberapa bulan lalu gw nemu blog bagus yang menceritakan sejarah - sejarah indonesia (Uniqpost.com). Gw baca tentang siapakah yang pertama kali mencetuskan tentang Republik Indonesia, dialah Ibrahim Gelar Datuk Tan Malaka (Wikipedia). Beliau basicnya adalah seorang guru, tapi semangat membacanya luar biasa. Bisa dibilang dia ini maniak buku dan punya Jiwa Nasionalisme yang luar biasa. Buku Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia, 1924) lahir sebelum Soekarno dan Hatta menulis buku serupa, gw juga belum baca sih. Tapi menurut gw soekarno dan hatta pun mungkin terinspirasi dari tulisan Tan malaka ini.

Gw masih bingung mau cerita banyak, gw belum baca banyak tentang Datuk Tan Malaka ini, karena bukunya pun berat – berat isinya. Komplit, mulai dari sains, Teologi, politik, ekonomi sampe filosofi. Intinya ternyata beliau ini dalam berpolitik berhaluan kiri (baca : Sosial, kalo kanan Agamis). Dan beliau adalah pendiri dari partai komunis Indonesia (PKI). Gw sempat tercengan karena waktu itu gw taunya PKI itu tercela kayak yg diceritain dibuku – buku SD. Tapi sifat bebel gw memandu gw bwt belajar tentang komunisme itu sendiri.

Komunis berasal dari baha inggris Common yang berarti umum, Universal. Dan klo itu dijadikan sebuah ideologi itu berarti menyamaratakan (Sama Rata). Ya, sama rata dalam Negara yang berideologi komunis orang kaya emang dibatasin. Aset – aset mereka dikuasai Negara biar bisa dibagi sama rakyat yang miskin terutama buruh dan petani makanya lambing komunis itu palu (Buruh) dan Arit (petani).

Sebagai mahasiswa yg peduli tentang social dan lingkungan pernah gw bermimpi hidup di masyarakat yang makmur gk ada kesenjangan social dan gk ada penindasan, ya semua bisa hepi – hepi semaunya gitu. Pasti kalian – kalian yang peduli juga sering mikir gitu kan?, itu namanya utopis, mendambakan dunia impian. Dan hampir semua manusia kayak gitu, jelas apalagi yang beragama, itulah surga/nirwana yang di idam – idamkan. Dan memang orang – orang komunis juga sering disebut kaum utopis.

Komunisme itu lahir di Negara – Negara yang menentang kapitalis, dimana kaum borjuis (Pengusaha – pengusaha kaya) semena – mena dengan rakyat kecil terutama kaum proletar (buruh dan petani). Komunis adalah pemberontakan kaum proletar yang mendambakan Penyamarataan status social dalam kehidupan. Dimana meraka bisa hidup bahagia dalam satu kemakmuran, bukan hanya kaum kaya saja yang makmusr tapi kaum miskin merana.

Kenapa sih komunis itu sering dicap atheist gk percaya agama dan tuhan. Klo menurut gw itu mah emang orang – orangnya aja yg gk mau beragama. Sejarahnya kaum – kaum borjuis dan kapitalis yang berkuasa itu menggunakan kekuasaan pendeta – pendeta geraja yang disegani dan dipatuhi rakyat. Jadi seolah – olah rakyat dalam keadaan dilema ketika mereka melawan kaum kapitalis mereka juga melawan majelis gereja dan itu berarti melawan perintah Tuhan. Tapi yang namanya ditindas pasti suatu saat mereka berontak, dan akhirnya mereka membantah tentang eksistensi tuhan lewat filosofi.

Dari itu ajaran komunis selalu berpedoman dari ajaran Marxist – Leninisme yang memang isinya tentang bagaimana mencapai utopia didunia tidak menunggu mati untuk mencapai surga. Gw juga belum pernah baca, tapi dialog dan debat – debat dengan atheist selalu bawa – bawa Marxist dan leninisme.

Tapi tidak dengan Islam, sejak lahir islam sudah Demokratis diatur dalam al-qur’an dan hadist. Nah itulah yang mengisnpirasi Datuk Tan malaka, beliau hanya mengambil ide komunis pada penyamaratakan hak rakyat dalam suatu Negara. Agama dan ketuhanan adalah hal yang tidak bisa ditinggalkan.

Tidak sedikit pendiri bangsa ini jatuh cinta dengan ide komunis dimana kaum buruh dan petani dimakmurkan. Bahkan ajaran marhaenisme Soekarno juga komunis, karena marhaen itu kan nama petani yang mengispirasi Soekarno buat memebela kaum proletar.

Ditiap – tiap Negara komunis punya sistem pemerintahan yang berbeda – beda. jadi Komunis bukanlah sistem yang mengatur pemerintahan melainkan Cuma sebatas ide. Masalah pengaturan pemerintahan ya sesuai kebutuhan dan kesepakatan rakyat.

Kenapa sih komunis begitu dibenci ditanah air?, itu mah Cuma akal – akalan soeharto dan kaum kapitalis dibelakangnya. Pada akhir pemerintahan soekarno, beliau hendak menerapkan ideologi NASAKOM inget kan? Nasionalisme – Agama – komunis. Itu kalo diterjemahkan jadi Nasionalisme = Cinta Tanah Air, Agama = Mencintai Ketuhanan, dan Komunis = Mencintai sesama. Bukankah luar biasa ide Soekarno ini.

Negara yang mandiri dan bangga dengan tanah airnya, berlandaskan ketuhanan dan rakyatnya hendak diberi kemakmuran yang sama rata. Tapi Indonesia ini Negara kaya – raya, jaman soekarno gk ada investasi asing, pokonya Negara harus mandiri. Tapi orang – orang kapitalis barat ini terus mencari celah. Dan akhirnya diisukanlah kekurangan PKI itu yg katanya gk percaya tuhan dan agama, dan akhirnya pembantaian terhadap ideologi komunis terjadi.

Pembantaian itu sekaligus memberangus kaum – kaum yang menguasai ekonomi rakyat. Jadi siapa saja yang hendak dihilangkan tinggal diisukan aja sebagai penganut komunis dan tadaa… besoknya orang itu hilang. Pembantaian PKI merenggut hampir setengah juta nyawa manusia, dua juta yang dipenjara (Wikipedia). Ini jumlah yang jauh lebih besar dari pembantaian yahudi oleh Nazi jerman tapi rapat – rapat disembunyikan dari rakyat Indonesia. Dan sekarang jamannya Internet, gk ada fakta yang gk bisa disembunyikan.

Militer memiliki andil yang sangat besar terhadap pembantain tersebut, mereka hanya mengisukan aja ke rakyat dan kelompok agama yang fanatik dan bodoh. Jadi gk perlu susah susah menghabiskan peluru yang mahal, karena rakyatlah yang bertindak karena terprovokasi isu yang bodoh. Sewaktu menjabat presiden Gusdur meminta maaf kepada keluarga - keluarga yang terlibat PKI, karena swaktu terjadi pembantaian banyak kelompok al-anshor dan NU yang punya andil keji. Dan sejak gusdur juga gk ada lagi diskriminasi terhadap PKI, Semoga beliau dilapangkan kuburnya.

Tan Malaka mati hilang gk ada yang tahu dimana mayatnya, dan Nasakom juga hilang setelah elemen Komunisnya hilang. Begitu juga soekarno yang mati dalam penahanan Soeharto yang keji. Dan jadilah Negara kita ini Negara yang dikuasai kapitalis asing sampai sekarang.

Seperti Tan Malaka dan Soekarno, menurut gw Komunis itu bagus. Karena setiap orang mendambakan kesejahteraan yang sama selama didunia. Nasionalisme – Agama – Komunis adalah ide yang mulia, tapi sayang kalah dengan kapitalis yang serakah. Akankah ideologi itu terwujud suatu saat? Entahalah, Hanya Allah yang maha mengetahui apa yang benar (kebenaran).

Oh iya, tulisan gw ini sifatnya Proactive, hanya menginspirasi jangan dijadiin sumber referensi karena emng belum baku, Tunggu aja klo udah jadi buku #kaceeh... aja

Minggu, 11 Agustus 2013

Al-Ghuroba' (Orang - orang yang terasingkan)

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ

“Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)

Kira – kira itu hadits yang paling gw garis bawahi dari Film Biografi K.H. Ahmad Dahlan (Sang Pencerah) pendiri Organisasi Islam terbesar di dunia, Muhammadiyah. Itu adalah hadits yang diucapkan oleh murid – murid beliau untuk menyemangati gurunya yang tengah dilanda ujian.

Dikisahkan beliau adalah pemuda yang kritis sedari kecil, dan memiliki pemikiran yang melawan arus dan berpendirian teguh. Sempat dicap kafir oleh masyarakatnya, pdahal beliau hanya meluruskan kebiasaan masyarakatnya yang menyimpang, klenik dan melenceng dari tuntunan alqur’an dan hadits.

Masyarakat Jawa, khususnya Kauman, Jogjakarta waktu itu sangat dipengaruhi oleh ajaran Makrifat syekh siti jenar (Manunggaling Kawula Gusti), namun telah jauh salah kaprah dalam menafsirkannya. Contoh beberapa kerusakan ummat pada waktu itu adalah seperti terkekangnya beberapa ibadah pada budaya yang membingungkan, seperti sesaji ketika berdo’a, kebiasaan mengadakan  syukuran yang lebih mengedepankan acara makan-makan yang bahkan mempersulit orang yang hendak mengadakan acara syukuran yang sebenanrya sangatlah sederhana dan tidak membutuhkan banyak biaya. Namun pembesar – pembesar agama waktu itu mewajarkannya Karena telah terjadi selama puluhan tahun.

Bahkan saat Dahlan menjelaskan kesalahan arah kiblat Masjid Besar menggunakan Peta dan Kompas, hal tersebut dianggap kafir oleh para ulama, karena Peta dan Kompas buatan orang – orang belanda. Lucu, tapi saat ada seorang kyai dari megelang menganggap modernisasi yang dibawa ahmad dahlan sebagai suatu hal yang tabu dan kafir, dahlah bertanya “maaf kyai apakah kyai berjalan kaki dari magelah sampai kauman?”, sang kiyai menertawakan pertanyaan dahlan, dan berkata “saya ini tidak bodoh, buat apa bercapek – capek berjalan kaki dari magelang”, dan dahlan nyeletuk “lah, bukannya kereta api itu juga bikinan orang – orang kafir”, sang kyai malu dan terbungkam, lalu pergi.

Imej kyai dan pembesar agama pada waktu itu sangat jauh dari modernisasi dan sangat terisolir dari Kemajuan Ilmu pengetahuan. Ahmad Dahlan adalah seorang pencerha, beliau memberanikan diri mengajarkan Agama Islam disekolah – sekolah belanda dan mengajarkan ilmu modern di madrasah yg tadinya hanya mengajarkan tentang agama islam. Tidak seperti kyai kebanyakan, Ahmad Dahlan berpenampilan layaknya kaum Intelektual tidak mengenakan gamis dan tidak mengenakan alas kaki. Dikalangan orang – orang belanda beliau memperbaiki Imej para kiyai yang terkesan bodoh dan tidak terbuka, namun dimasyarakatnya beliau sering dicap kafir karena dandanannya yang seperti “Sinyo Londo”.

ceritanya panjang, tontonin aja deh filmya diyoutube.


oh iya, sebenernya Muhammadiyah bukanlah organisasi politik, bahkan golongan islam tertentu. Muhammadiyah hanya organisasi pendidikan yang memberi prncerahan bagi masyarakat jawa waktu itu.

Begitulah, orang - orang yang mencerahkan itu sedikit jumlahnya, terasingkan, sering ditolak oleh masyarakat. Tapi, merekalah yang memberi pembenaran ketika kebanyakan orang luput dari kesalahan - kesalahan yang mereka lakukan. 

Jumat, 02 Agustus 2013

Shio Kuda Logam

Shio Kuda Logam adalah sosok pribadi yang populer, tak bisa diam seperti cacing kepanasan, sulit diatur, demonstratif, sangat berani, dan sering bertindak mengikuti kehendak hati. Ia juga sangat menawan bagi lawan jenis. Ia dikaruniai otak kreatif dan intuisi hebat dan sangat produktif ketika suasana hati sedang baik. Rasanya sulit untuk mengikuti langkahnya, sebab gairahnya tak terbendung untuk bergerak ke mana pun setiap waktu. Shio Kuda Logam lebih keras kepala dan memusatkan perhatian pada diri sendiri dibandingkan dengan sesama Shio Kuda unsur lainnya. Ia punya banyak ide, tetapi bukan tipe pemimpin yang mantap. IA PRIBADI YANG KURANG BERTANGGUNG JAWAB, TERLEBIH KETIKA PEKERJAAN YANG DILAKUKAN TAK MEMBERINYA KEPUASAN BATIN ATAUPUN IMBALAN YANG SEPANTASNYA. Ia tidak tahan dengan rutinitas yang menjemukan. Dan, tak akan bisa bekerja optimal di bawah pengawasan yang ketat. Ia selalu haus tantangan dan pengalaman baru.

Match banget sih, tapi ini bagusnya ditolak apa diikutin 

*klik teks yang berwarna untuk info.

Jumat, 19 Juli 2013

Menulis!

Apasih pentingnya menulis?

-          Biar eksis
-          Biar diliat – dinilai orang
-          Biar ada bahan buat diceritain ke orang – orang
-          Kewajiban (buat yg kerja dan masih sekolah)
-          Macem – macemlah pokoknya.

Kadang pengen aja sih nulis, sekedar iseng.

Tapi hakikatnya, menulis adalah yang paling berpengaruh pada kemajuan zaman. Menurut gw menulis adalah mengabadikan ide pada sebuah media, apapun itu, kanvas, musik, tulisan, dll. Bayangin klo gk ada orang yg karyanya bertahan setelah dia mati, bakalan gk ada perubahan buat generasi sebelumnya. Karena generasi setelahnya hanya lagi – lagi berpikir dan bertindak berdasarkan apa yang dia baca, dia lihat pada era kehidupannya. Mereka gk menelaah apa saja kejadian yang mempengaruhi kehidupan di masa mereka, jelaslah mereka gk menelaah karena memang gk ada yang ditelaah (gk ada tulisan). Kecuali kalau masih ada kisah – kisah yang terus menerus diceritakan dari generasi ke generasi. Tapi mau sampai kapan?, yang namanya cerita dari mulut kemulut toh pasti sangat dipengaruhi emosi dan ide si penutur. Pasti walaupun sedikit ada yang dilebih – lebihkan atau berkurang. Disinilah fungsi tulisan, sebagai dokumen tanda bukti bahwa suatu kejadian telah terjadi, sebuah ide pernah terwujud, atau sebuah kisah pernah diketahui dan berpengaruh pada kehidupan jauh setelah kisah tersebut ada.

Klo gk ada tulisan, gk ada yang bisa dipelajari dan dikembangkan.

Buat gw, menulis itu mengurangi beban otak untuk mengingat, karena diotak gw gk ada menu Search kayak di komputer, atau menandai hal – hal penting dengan stabilo warna – warni biar mudah dicari lagi kalo lupa kayak kalo kita baca buku. Jadi kalo lupa tinggal liat – liat catetan aja.

Apapun persepsi orang – orang menulis itu penting. jaman dolo sebelum semua orang bisa menulis dan membaca, ide dan hasil pemikiran dijadiin sebuah lagu yang panjang dan disenandungkan diajarkan secara turun temurun. Ya itulah kenapa klo orang seumuran kakek buyut gw sering nembang, nyayiin lagu yang nadanya itu aja tapi liriknya panjang buanget, da entah apa artinya. Contoh karya – karya tulisan yang dijadiin tembang itu kayak serta/sureq atau kalo dibaca selayaknya tulisan bisa dinamain epik, karena rata – rata tembang berisi tentang kisah – kisah yang jadi panutan.



ada beberapa serat yg gw tau




Atau mungkin dari daerah melayu dijaiin semacem sajak yang juga bisa dinyanyiin kayak Gurindam dua belas http://id.wikipedia.org/wiki/Gurindam_Dua_Belas

Kesemuanya terkandung kisah – kisah dan panutan dan tuntunan kayak Novel – novel dijaman kita dan buku motivasi yang kadang ngebosenin. Setiap daerha pasti punya kisa- kisah yang sama bagusnya, tapi mungkin ketidak adanya tulisan bikin orang – orang gk tau bau kisah itu pernah ada diaerahnya.

Ada juga tulisan yang mendokumentasikan suatu kejadian, Karena jaman dulu emang masih belum ada media massa, seperti syair karya penyair lampung – melayu Mohamad soleh yang mengisahkan letusan gunung Krakatau yang super dahsyat tahun 1883, atau catatn sir Thomas Stamford raffles tentang keresahannya sewaktu gunung Tambora meletus dengan begitu dhsyat 1815. Dan karena kedahsyatan dari letusan tersebut iklim dunia sempat berubah untuk beberapa bulan, bahkan beberapa hari setelah tambora meletus menyebabkan Napoleon Bonaparte mengalami kekalahan dalam perang karena cuaca buruk yang ditimbulkan letusan Tambora. Bayangkan kalau tulisan – tulisan tersebt gk ada, kita Cuma tau dalam periode kehidupan kita Krakatau itu udah ada, atau gunung tambora itu memang udah sompal dari sananya.

Dan begitu pentingnya sebuah tulisan dan dokumentasi sejarah berpengaruh pada pola berpikir manusia dari generasi ke generasi. Dalam tafsir tematik wawasan Al-Qur’an menjelaskan bahwa seruan para nabi selalu lebih luas dari generasi sebelum ke generasi sesudahnya, dari Nuh, Hud, Shaleh hingga Muhammad.

Menulis juga menjadi acuan tingkat kepahaman dari apa saja yang telah kita baca, baik itu dari buku atau dari pengamatan langsung terhadap kehidupan. Lagian menulis itu semacem menyimpan kesenangan terhadap penemuan hal – hal baru dari sebuah buku atau bentuk pengetahuan apapun. karena sebaik – baik ingatan manusia, rata – rata dari kita hanya mampu mengingat 15% dari keseluruhan yang kita pelajari dalam satu hari. Sayang kan kalo ada memori – memori yang baik tetapi kita hanya bisa menikmatinya hanya sekali waktu saja.


Udahlah, kepanjangan
Ntar malah ngebosenin, salam tanda seru..!!!

 “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” – Pramoedya Ananta Toer


Analysis Of S.W.O.T.

Strenght
Kekuatan / potensi yang dimiliki


Weakness
Kelemahan / permasalahan yang dimiliki


Opportunity
Peluang / potensi dari lingkungan


Threat
Kendala dan tantangan dari lingkungan


Sangat banyak tulisan yang menjelaskan tentang beginian, dari gw segitu aja, klo kebanyakan malah bikin semakin ngelebar dan gk nyambung. Gk sekedar untuk keperluan bisnis proyek dan kegiatan apapun sebaiknya dianalisis dengan metode ini, biar kita semakin yakin apa yang akan kita lakuin. Karena terkadang kan kita suka ragu – ragu dan takut dengan kendala – kendala yang bakal kita temuin, seringkalinya kita cuek – cuek aja untuk nemuin solusinya. Tapi dengan analisis semacem ini semoga bisa bikin kita lugas dalam setiap keputusan yg kita ambil.


salam tanda seru..!!!

Rabu, 17 Juli 2013

Raden Saleh - Pelukis Pribumi Termahsyur Jaman Kolonial Belanda

Semasa belajar di Belanda keterampilannya berkembang pesat. Wajar ia dianggap saingan berat sesama pelukis muda Belanda yang sedang belajar. Para pelukis muda itu mulai melukis bunga. Lukisan bunga yang sangat mirip aslinya itu pun diperlihatkan ke Raden Saleh. Terbukti, beberapa kumbang serta kupu-kupu terkecoh untuk hinggap di atasnya. Seketika keluar berbagai kalimat ejekan dan cemooh. Merasa panas dan terhina, diam-diam Raden saleh menyingkir.

Ketakmunculannya selama berhari-hari membuat teman-temannya cemas. Muncul praduga, pelukis Indonesia itu berbuat nekad karena putus asa. Segera mereka ke rumahnya dan pintu rumahnya terkunci dari dalam. Pintu pun dibuka paksa dengan didobrak. Tiba-tiba mereka saling jerit. "Mayat Raden Saleh" terkapar di lantai berlumuran darah. Dalam suasana panik Raden Saleh muncul dari balik pintu lain. "Lukisan kalian hanya mengelabui kumbang dan kupu-kupu, tetapi gambar saya bisa menipu manusia", ujarnya tersenyum. Para pelukis muda Belanda itu pun kemudian pergi.


Sedikit Kisah yang menginspirasi dari orang Pribumi satu ini, 

Undang - Undang Yang Konyol (Sebuah Koreksi)

Penggalan cerita Kisah 47 Ronin - John Allyn

Kota Edo - Jepang 1701

Seumur hidupnya Oishi selalu menentang keke-rasan sesuai ajaran Budha, meskipun kadang dia terpaksa membunuh untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, atau membunuh hewan untuk mendapat makan. Secara pribadi, dia .menyesalkan kekejaman yang terjadi dalam pertandingan mema-nah anjing dan dia tidak keberatan bila olahraga semacam itu dilarang. Akan tetapi, Undang-Undang Pelestarian Hidup yang dikeluarkan Shogun ternyata sangat merugikan. Sekarang ini binatang lebih ber-untung dibanding manusia, dan ini membuat negeri berada di tepi jurang kekacauan ekonomi.

Di kota, Oishi melihat petani yang dulu sangat berhasil kini mengemis mencari kerja karena dilarang membunuh hama yang merusak tanaman. Serigala, musang, burung dan serangga berkeliaran dengan bebas di ladang, sementara petani hanya dapat melihat tanpa dapat berbuat apa-apa.

Oishi tahu bahwa unggas diperdagangkan secara diam-diam di ruang belakang beberapa toko ter-kenal, namun pelanggaran atas undang-undang ini hanya sedikit. Bukan saja karena perangkat adminis-tratif pemerintahan Shogun sangat berhasil dalam menangkap para pelanggar hukum, tapi juga karena denda bagi mereka yang melukai makhluk hidup sangat besar. Dan bila membunuh binatang, "pelaku kejahatan" itu akan dihukum mati.

Ada golongan lain yang senasib dengan petani. Para pemburu, pemasang jerat, dan penyamak kulit juga beramai-ramai memenuhi kota untuk mencari nafkah. Dan yang membuat mereka tidak berdaya adalah lapangan kerja yang tersedia sangat sedikit sementara harga makanan tak terjangkau oleh rakyat biasa karena hasil panen tidak mencukupi. Satu-satunya yang bisa diperoleh dengan murah adalah gadis untuk menemani tidur karena makin banyak petani yang menjual anak gadis mereka ke rumah pelacuran.

Kebijakan yang aneh, membikin wanita lebih murah disbanding pangan. Ada lebih konyolnya lagi latar belakang diberlakukannya undang – undang tersebut karena sang Shogun  pernah kehilangan seorang anak - putranya yang berusia empat tahun meninggal dunia. Dan pendetanya mengatakan bahwa untuk bisa punya putra lagi, dia harus bertobat

mungkin dia pernah menghilangkan nyawa bebe-rapa makhluk hidup. Kau sudah tahu kalau kita tidak lagi menggunakan anjing dalam pertandingan, itu karena Shogun dilahirkan pada Tahun Anjing, Sekarang, membunuh anjing akan dihukum mati."

Bahkan di penggalan cerita yang lain anjing yang mati diperlakukan selayaknya manusia, dimandikan dimasukkan kedalam peti dan dipikul oleh dua orang manusia.

Cerita ini bisa menjadi teladan koreksi, bagi masyarakat dan pemerintah kita bahwa seringkali dizaman yang lebih dan modern seperti sekarang, mereka juga memberlakukan kebijakan yang serupa-sepadan seperti penggalan cerita diatas pada zamannya.

Lucu ya, astagfirullah!



Education In Our Beloved Country <== Shits Created Each of day, for many years

Mahasiswa yang lulusnya lama,
Malas,
Bodoh,
Pembangkang,
Ok itu gw banget dan gw ngaku salah,

dosen – dosen gw semua bilang klo itu gk baik, seharusnya mahasiswa itu penuh passion untuk menyelesaikan studinya. Tapi kan keadaan gw gk mendukung baik finansial maupun kompetensi gw.

Tapi disetiap kesempatan mereka selalu ngeluh sama mahasiwanya, uring – uringan, seolah – olah itu gk baik buat karir mereka, Mereka bisa dipandang gagal. Lha tapi kenapa uring – uringan ama mahasiswa, padahalkan objektif banget, mereka ngajar denga pola ya rata, ngebosenin, klo ada mhasiswa yang asal terima – terima ajasi sih ya gk masalah, “mereka – mereka yang berpikir untuk cepet – cepet lulus” gk merasa punya tanggung – jawab dengan ilmu yang mereka pelajari. Kalo ada mhasiswa yang punya banyak keinginan dan idealis salah tah?, mereka gk mampu tah?, trus mereka pengen dapet mahasiswa yang nurut – nurut aja?

Terus, perubahan apa yang mereka sumbangkan?

Datar – datar aja y?

Yha pantes aja Indonesia terbelakang, maaf kalo tulisan ini kasar, karena memang harus seperti ini biar pesannya tersampaikan.


“Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan” ― Tan Malaka

Selasa, 16 Juli 2013

22 Tahun 2 Bulan dan 22 Hari

Dua puluh dua tahun dua bulan dua puluh dua hari ayat – ayat Al-Qur’an diturunkan secara berturut – turut. Dan selama itu pula Nabi Muhammad SAW dan para sahabat tekun da gigih mengajarkan Al-Qur’an, Menbimbing dan membangun masyarakat dengat segala keterpaduan ilmu yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Mengapa dalam rentang waktu 20 tahun?
kenapa lebih dari 20 tahun Al-Qur’an diturunkan, selesai dan berhasil?

Dalam bidang pendidikan, Al-Qur’an menuntut bersatunya kata dengan sikap. Karena itu keteladanan para pendidik dan tokoh masyarakat. Pada saat Al-Qur’an mewajibkan seorang anak untuk menghormati orang tuanya, pada saat itu pula ia mewajibkan orang tua mendidik anak – anaknya. Pada saat masyarakat diwajibkan menaati Rasul dan para pemimpin, pada saat yang sama Rasul dan para pemimpin diperintahkan menunaikan amanah, menyayangi yang dipimpin sambil bermusyawarah dengan mereka.

Demikianlah Al-Qur’an menuntut keterpaduan orangtua, masyarakat, dan pemerintah. Tak mungkin keberhasilan dapat tercapai tanpa keterpaduan, dan tidak mungkin kita berhasil kalau beban pendidikan hanya dipikul oleh satu pihak, atau hanya ditangani oleh guru dan dosen tertentu tanpa melibatkan seluruh unsur kependidikan.

Oleh karena itu Al-Qur’an membutuhkan waktu selama 20 tahun lebih untuk mengiplementasikan nilai – nilai yang terkandung didalamnya dan memberikan efek kemajuan yang luar biasa dan tak lekang oleh zaman.

Berikut adalah hasil riset yang mendukung kenapa dibutuhkan waktu 20 tahun lebih Al-Qur’an diturunkan. Seorang guru besar di Harvard university melakukan penelitian pada 40 negara untuk mengetahui factor kemajuan atau kemunduran suatu Negara (Butuh Koreksi).
Salah satu factor utamanya adalah materi bacaan dan sajian yang disuguhkan kepada generasi muda. Dan ditemukan bahwa dua puluh tahun menjelang kemajuan atau kemunduran suatu Negara adalah karena selama kurun waktu tersebut, para generasi muda dibekali sajian bacaan tertantu, berperan dalam berbagai aktifitas sesuai dengan hakikat dari bahan bacaan tersebut. Demikian pula proses merasuknya nilai – nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an selama lebih dari 20 tahun.

Dan satu lagi bukti sejarah, ideologi Republik Indonesia lahir pada sebuah buku karangan Tan Malaka - Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia, 1924). Peran para pemuda membara dan menyatu pada sumpah pemuda 1928. Moh. Hatta menulis Indonesia Vrij (1928), disusul Soekarno Menuju Indonesia Merdeka (1933). dan Indonesia lahir sebagai sebuah Negara berdaulat pada kurun 20 tahun setelah pertama kali ideologi itu lahir.

Kebetulankah?

Jika memang benar demikian adanya, kemerosotan nilai – nilai luhur bangsa ini juga mampu diperbaiki dengan pola dan kurun waktu yang sama, masa depan ditangan pemuda, mungkin seseorang telah memulai rekondisi moral bangsa ini seperti yang dilakukan Muhammad Saw, atau seperti motivasi merdeka dalam karya Tan Malaka. Atau mungkin belum sama sekali?


Semoga Tulisan ini bermanfaat.