Pages

Minggu, 11 Agustus 2013

Al-Ghuroba' (Orang - orang yang terasingkan)

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ

“Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)

Kira – kira itu hadits yang paling gw garis bawahi dari Film Biografi K.H. Ahmad Dahlan (Sang Pencerah) pendiri Organisasi Islam terbesar di dunia, Muhammadiyah. Itu adalah hadits yang diucapkan oleh murid – murid beliau untuk menyemangati gurunya yang tengah dilanda ujian.

Dikisahkan beliau adalah pemuda yang kritis sedari kecil, dan memiliki pemikiran yang melawan arus dan berpendirian teguh. Sempat dicap kafir oleh masyarakatnya, pdahal beliau hanya meluruskan kebiasaan masyarakatnya yang menyimpang, klenik dan melenceng dari tuntunan alqur’an dan hadits.

Masyarakat Jawa, khususnya Kauman, Jogjakarta waktu itu sangat dipengaruhi oleh ajaran Makrifat syekh siti jenar (Manunggaling Kawula Gusti), namun telah jauh salah kaprah dalam menafsirkannya. Contoh beberapa kerusakan ummat pada waktu itu adalah seperti terkekangnya beberapa ibadah pada budaya yang membingungkan, seperti sesaji ketika berdo’a, kebiasaan mengadakan  syukuran yang lebih mengedepankan acara makan-makan yang bahkan mempersulit orang yang hendak mengadakan acara syukuran yang sebenanrya sangatlah sederhana dan tidak membutuhkan banyak biaya. Namun pembesar – pembesar agama waktu itu mewajarkannya Karena telah terjadi selama puluhan tahun.

Bahkan saat Dahlan menjelaskan kesalahan arah kiblat Masjid Besar menggunakan Peta dan Kompas, hal tersebut dianggap kafir oleh para ulama, karena Peta dan Kompas buatan orang – orang belanda. Lucu, tapi saat ada seorang kyai dari megelang menganggap modernisasi yang dibawa ahmad dahlan sebagai suatu hal yang tabu dan kafir, dahlah bertanya “maaf kyai apakah kyai berjalan kaki dari magelah sampai kauman?”, sang kiyai menertawakan pertanyaan dahlan, dan berkata “saya ini tidak bodoh, buat apa bercapek – capek berjalan kaki dari magelang”, dan dahlan nyeletuk “lah, bukannya kereta api itu juga bikinan orang – orang kafir”, sang kyai malu dan terbungkam, lalu pergi.

Imej kyai dan pembesar agama pada waktu itu sangat jauh dari modernisasi dan sangat terisolir dari Kemajuan Ilmu pengetahuan. Ahmad Dahlan adalah seorang pencerha, beliau memberanikan diri mengajarkan Agama Islam disekolah – sekolah belanda dan mengajarkan ilmu modern di madrasah yg tadinya hanya mengajarkan tentang agama islam. Tidak seperti kyai kebanyakan, Ahmad Dahlan berpenampilan layaknya kaum Intelektual tidak mengenakan gamis dan tidak mengenakan alas kaki. Dikalangan orang – orang belanda beliau memperbaiki Imej para kiyai yang terkesan bodoh dan tidak terbuka, namun dimasyarakatnya beliau sering dicap kafir karena dandanannya yang seperti “Sinyo Londo”.

ceritanya panjang, tontonin aja deh filmya diyoutube.


oh iya, sebenernya Muhammadiyah bukanlah organisasi politik, bahkan golongan islam tertentu. Muhammadiyah hanya organisasi pendidikan yang memberi prncerahan bagi masyarakat jawa waktu itu.

Begitulah, orang - orang yang mencerahkan itu sedikit jumlahnya, terasingkan, sering ditolak oleh masyarakat. Tapi, merekalah yang memberi pembenaran ketika kebanyakan orang luput dari kesalahan - kesalahan yang mereka lakukan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar