Pages

Jumat, 28 Juni 2013

Cerita Kecil


 "Seorang pemilik toko mengirim puteranya untuk belajar tentang rahasia kebahagiaan dari pria yang paling bijaksana di dunia. Si bocah mengembara, menyeberangi gurun selama empatpuluh hari, dan akhirnya sampailah dia kesatu istana yang indah, tinggi di puncak gunung. Di sanalah orang bijak itu tinggal.

"Tanpa mencari orang bijak itu dulu, pahlawan kita langsung saja memasuki ruang utama istana itu, melihat macam-macam kegiatan: para pedagang datang dan pergi, orang-orang berbincang di sudut-sudut, orkestra kecil memainkan musik yang lembut, dan ada sebuah meja yang dipenuhi piring-piring makanan terlezat yang ada di belahan dunia tersebut. Si orang bijak bercakap-cakap dengan setiap orang, dan si anak harus menunggu selama dua jam sebelum akhirnya dia mendapat perhatian orang itu.

"Orang bijak itu mendengarkan dengan penuh perhatian keterangan si anak tentang alasan dia datang, tapi berkata bahwa dia tidak punya waktu untuk menerangkan rahasia kebahagiaan. Dia menyarankan anak itu untuk melihat-lihat istana dan kembali dalam dua jam. "'Sambil kamu melihat-lihat, aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku,' kata orang bijak itu, menyodorkan sendok teh berisi dua tetes minyak. 'Sambil kamu keliling, bawalah sendok ini tanpa menumpahkan minyaknya.'" "Anak tadi mulai naik turun tangga-tangga istana, dengan pandangan tetap ke arah sendok itu. Satelah dua jam, dia kembali ke ruangan tempat si orang bijak berada.

"'Nah,' tanya orang bijak itu, 'apakah kamu melihat tapestri Persia yang tergantung di ruang makanku? Apakah kamu melihat taman yang ditata pakar pertamanan selama sepuluh tahun itu? Apakah kamu memperhatikan kertas kulit yang indah di perpustakaanku?'" "Anak itu merasa malu, dan mengaku dia tidak memperhatikan apa-apa. Perhatiannya hanya tertuju pada minyak di sendok itu supaya tidak tumpah, seperti yang percayakan si orang bijak kepadanya. "'Kembalilah dan perhatikan duniaku yang mengagumkan ini,' kata si orang bijak.

'Kamu tidak dapat mempercayai orang kalau kamu tidak tahu rumahnya.' "Dengan lega, anak itu mengambil sendok tadi dan kembali menjelajahi istana itu, kali ini dia memperhatikan semua karya seni di atap dan dinding-dinding. Dia melihat taman-taman, pergunungan di sekelilingnya, bunga-bunga yang indah, dan mengagumi selera di balik pemilihan segenap hal yang ada di sana. Sekembalinya dia ke orang bijak itu, dia mengungkapkan secara terinci semua yang dilihatnya. "'Tapi mana minyak yang kupercayakan padamu?' tanya si orang bijak. "Memandang ke sendok yang dipegangnya, anak itu m lihat minyak tadi telah hilang.

"'Baiklah, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan padamu,' kata manusia terbijak itu. 'Rahasia kebahagiaan adalah melihat semua keindahan dunia, dan tak pernah melupakan tetesan minyak di sendok.'"

Kutipan Buku “The Alchemist” - Paulo Cuehlo

Senin, 24 Juni 2013

Limitless

Such a Holy day

Missing somebody till you crying

Yeah, damn! I’m a man and crying

Point to point, view to view

Doesn’t give an expectation

Write, always write

But don’t know what I waiting for

I’m be a hotheaded guy

Thinking about how wide the universe

And why we so weak

Under the moon, with the yellow light

And the air without the wind

Tapping the keyboard

But don’t know for what

My mind, drive my body

And doing ridiculous activity

Everyday, every hours

People learn to A, but I learn to F

My best friends gone, one by one

So silent here, no conversation

No joke

Wanna say stop, but so embarrassing

I’m a guy, and never stop learning

Yeah I knew I always wrong, for everything that I’ve done

But, that was my life

And not so bad

I’m still so free, always free inside my mind

Looking for the answer of everything


limitless  

Sabtu, 22 Juni 2013

Salah Gw

Salah gw, mungkin emang sepenuhnya salah gw
gw ngerasa, dulu senyum manisnya berbeda bwt gw, tpi gw cuek
dulu ada yang merhatiin gw, tapi gw cuek
bahkan mungkin dulu ada yg gantungin harapannya sama gw, tapi gw mngecewakan

sekarang, telat
saat gw sekedar meminta waktu bicara aja sulit, salah gw
mungkin bener – bener salah kalo gw gk merasa menyesal
tapi, apa yang gw lakuin enggak sepenuhnya niat gw, gw gk bermaksud mengecewakan

ya, dulu gw ngerasa ditunggu – tunggu dan diharapkan
tapi, gw mengecewakan, dan terlalu lama sadar
dia, kecewa, mungkin
atau dia merasa gw adalah bukan

martabak malem mini luar biasa, tapi kopi gw yang aneh
ada hadiah ditas yg blm berani dan bisa gw kasih, udah cukup lama
tapi, beginilah, terlanjur salah
tapi, gw belum nyerah 

Rabu, 12 Juni 2013

Gw pengen jadi presiden

Kalo gw jadi presiden, gw gk akan poligami
kayak presiden pertama kita, .. Insinyur sutarno

Ya, kalo gw jadi presiden gw akan mengganti personel2 petrus,
jadi koregrafer, pelatih vocal ama banci salon
mereka tetep nyulik
tapi gk dibunuh, dikarantina, biar jadi boyband aja

Kalo gw jadi presiden,
sebodoh2nya gw, gw gk akan ngelepasin satu provinsipun dari NKRI
kayak yg dilakuin presiden paling jenius kita

Kalo gw jadi presiden,
gw tau diri laah, klo emng udah susah bwt ngeliat mending gk usah nyalonlaah..
Kalo gw jadi presiden, gw akan stop hobi blanja2 klo lgi diluar negri

kalo gw jadi presiden,
gw gk mau maen gitar lgi, aplagi ampe bikin 4 album
takut dikatain mainstream,

Kalo gw jadi pesiden, gw bakal hapus uang giral,
dan ukuran uang gw buat sebesar batu bata,
jadi masyarakat yang suka pamer duit itu jadi kecapekan sendiri
dan transaksi korupsi bakal lebit repot, musti bawa mobil boks


Klo gw jadi presiden, gw akan bangun perkotaan yang tinggi, biar aer dari toilet bisa digunain buat pembangkit listrik, listrik tenaga tai jatoh

Minggu, 09 Juni 2013

Why The Latest MS Office Using Calibri as Default Font

Font Times New Roman trakhir dipakai di MS Office 2003, dan selanjutnya berganti calibri, calibri paling nyaman dimata dan lebih hemat tinta waktu dicetak. Kalo ada masalah ketidakcocokan yang estetik, itu cuma faktor keterbiasaan.

Tapi kenapa format penulisan karya ilmiah masih nyuruh make Times New Roman? ya, karena emang elit pendidikan kita make Times New Roman karena cuma ngikut, kalopun mereka make calibri juga karena mengikut, akalnya belum nyampe.

Microsoft mengoreksi produknya secara bijaksana, melewati riset yg panjang
but our goverment was slowly think about it, or maybe never?

Rabu, 29 Mei 2013

Perokok? : “Bukan”

Kerugian saat lo bukan perokok

Waktu lagi kumpul, nongkrong ama temen – temen yang rata – rata perokok, biasanya suka ngesum buat beli gorengan, tapi hal mengecewakan adalah ketika duit yang lo pake buat ngesum ternyata dibeliin rokok, sakit bro, gw kan cuma pengen gorengan, yang banyak makannya gw ngesum lebih banyak tapi kenyataannya gw cuma dapet satu, paling banyak dua, itupun separonya potongan lagi ama yang laen, ngenes kan. Dan saat kita lagi asik ngobrol, mereka yang merokok asik aja ama rokoknya, mereka merokok tapi makan gorengan juga, gw garing karena gorengan gw udah abis, sakit, sumpah. Ngesum goceng seharusnya dapet 7 kalo sendiri, karena bagi – bagi minimal 5, tapi kalo dengan mereka para perokok cuma dapet 1, maksimal 1,5, sering sih gw dendam, emosi, nyumpahin, mampus kan loorang.

Yg kedua, lo suka dicuekin
Mereka saling nyalain rokok,
Berbagi asbak,
Suap – suapan puntung rokok,
Cerita tentang pengalaman mereka merokok sambil boker,
Merokok sambil tidur,
Poto – poto bareng dengan baju yang berlubang karena rokok,
Sampe mungut puntung rokok buat dijadiin rokok lagi saat mereka gk punya duit buat beli rokok.

Kadang kita suka marah kalo ada hal yang gk kita lakuin tapi kita yang harus tanggung jawab. Nah saat perokok itu merokok pasti suka sembarangan buang abu dan puntungnya, dan itu terjadi dikamar kita. Bagi para perokok itu biasa, mereka saling saling mewajarkan, mereka gk mikirin perasaan orang yg merokok yang kamarnya sudah mereka nodai, fakk!!.

bagi para perokok, saling suruh beli rokok itu gk termasuk perbudakan, karena setelah disuruh mereka berbagi. Tapi buat yang gk merokok, masih perbudakan dong, mana duit yang mereka kasih itu pas lagi, gk bisa buat beli cemilan. Bahkan saat kita beli cemilan dan kopi pake duit kita itupun mereka minta, gw dapet appaaaa……?.

Mereka saling perhatian,
Saling tanya kabar “ada rokok gk?”
Saling curhat, “gw punya dua ribu, tambahin si”
Saling jaga emosi, biar bisa tetep minta rokok
Saling rela berkorban, saat rokok mereka tinggal satu tapi ada yang minta
Solid, membela yang merokok saat punting dan abu berserakan dimana – mana
Peduli, saat mereka punya kopi atau gorengan, yang punya rokok pasti lebih diduluin, biar bisa minta rokoknya, barter.

Ini kisahku, mana kisahmu?

Selasa, 28 Mei 2013

Karya

Apa itu karya, apa itu?

Menurut gw, karya itu hasil pemikiran, hasil kerja keras, realisasi dari sebuah rencana.
Seringkali kita melakukan aktivitas sehari - hari tanpa menyadari apa yang akan, sedang, sudah kita lakukan berarti atau tidak untuk diri kita atau orang lain, tapi apapun yang sudah tersisa, sesuatu yang nampak beda itu merupakan suatu karya, entah itu sesuatu yang bernilai atau tidak, sangat relatif tergantung siapapun yang menilai.

Di facebook, gw berteman ama orang yang tiap hari ngupload hasil seketsa dia, gw gk kenal si ama orangnya, tapi gw ngiri aja. Kata temen gw yang kenal ama dia hasil sketsanya buat sablon baju dan dia jual dengan harga yang lumayan, hasil seketsanya emang keren, sangat professional.

menurut gw professional itu kayak gitu, setiap hari, bulan, tahun, atau sekali seumur hidup kita menciptkan karya yang diapresiasi dan dihargai oleh khalayak ramai. Seandainya kita bekerja dikantor dengan gaji jutaan perbulan, tapi setiap bulan ada gak yg bisa kita banggain selain gaji atau sesuatu yang kita beli dengan itu?.


Sebelum mati, setidaknya harus ada satu hal yang bisa gw hasilkan dan dikenal dengan banyak orang, dipresiasi dan dihargai sebagai sesuatu yang meninterpretasikan seorang Agus Firmansyah, seperti Muhammad dengan kerasulannya, Einstein dengan teori relativitas, Edison dengan listrik.

Basa - Basi itu Basi

Kadang – kadang keterusterangan dan blak-blakan itu suka bikin orang sakit hati, akhirnya kita suka basa – basi biar orang lain bisa menerima ide dan tindakan kita. Tapi basa – basi biking w gk nyaman dan palsu, ya terserahlah kalo kenyataanya gw musti ngerasa gk nyaman saat berkomunikasi masa musti harus terus dipaksain dan diterusin. itu seperti gw harus merasa sakit saat orang lain bisa tersenyum, bahkan orang tua gw bilang gw gk punya tata karma bicara. Ok itu berarti mereka sendiri gk merasa mengajarkan.

Tapi gw ngerasa itu memang gk begitu penting, gk begitu baik untuk dilakuin.
gw, ngerasa risih banget saat ada orang yang berbicara penuh basa – basi dan dibuat – buat, gk langsung pada maksud yang sebenarnya. Kecuali kalo sebelumnya dia bicara banyak karena memang maksud yang sebenarnya itu sangat ribet dan harus dijelasin secara panjang lebar.

Berbicara yang sopan itu baik,
Menyenangkan orang lain,
Tapi gk bisa spontan bwt gw,


Barusan aja ada pelanggan gw yang suka ngutang nendang toolbox, ya dia marah – marah, ngedumel – dumel. Sebabnya dia dateng terus duduk disebelah gw yang lagi pengen nulis, ya gw bialang aja “jangan duduk disebelah gw sih, gw lagi pengen nulis”, dia ngomong2 gk jelas nendang toolbox dan pegi, gw baru sadar kalo dia marah wktu nendang toolbox soalnya telinga gw lagi kesumpel earphone. Tapi bodo amat lah yang tukang ngutang ini aja.

dikasus ini, gw emang males banget kalo lagi fokus trus ada yang ganggu, spontan ajalah gw omongin apa yang pengen gw omongin klo dia tanggap ya langsung geser, kalo dia biasa dibasa – basin dulu ya pasti bakal kesinggung.

kebiasaan basa – basi itu bikin kita mudah kesinggung, percaya deh. Kayak seseorang yang gk punya selera Humor, dan sepintar apapun seseorang kalo dia gk punya selera humor tetep aja keliatan bego, opini gw si.

Positif Campaign but Ridiculous Delivery

Perut laper, perih karena kopi 2 sachet
biasanya kondisi kayak gini bikin gw sedikit lebih produktif,
kondisi yang lain itu waktu lagi adrenaline rush.

Plastik, Sampah, Kebiasaan buruk
Kita bisa marah klo tau pisang goreng yang kita makan digorengnya pake plastik, tapi kan kita bisa marah sama tukang gorengan.
Tapi plastik kalo digeletakin gitu aja, lama kelamaan bakal larut di tanah, di air, keminum kemakan tanpa sadar, trus klo gitu mau marah sama siapa, sama tuhan lagi,
Tapi kali ini tuhan yang ketawa karena tingkah konyol mahluknya.

Gw gk bisa nulis secara sistematis ngikutin kaidah yg ada, jdi coba ngembangin ide dari status Facebook aja, dan coba ngeluari kata – kata yang gk jelas, itu kebisaan dan kebisaan gw.

Mulai dari Campaign sentences yang aneh dulu
“Kalo kita abis beli chocolatos, bungkusnya kita geletakin aja y, jgn dibuang ditempat  sampah”
“Kalo kita punya makanan sisa, taro aja didepan pintu, biar bau, nanti kan ada ayam sama kucing yang makanin, mungkin juga ada belatung yang sempet beranak pinak”

“Nyamuk, biasanya baju kotor yang gw geletakin aja dikamar itu buat tempat tinggal nyamuk, ya nyamuk emang peliharaan gw selain lalat”

“Plastik, ya plastik, sering berserakan dijalanan, sering ngambang dikali dan dilaut, Biarin aja karena sebenernya itu rejeki mahkluk lain”

“Mas!, abu rokoknya buang disitu aja, disebelah Komputer, biar asbaknya bersih”

“Mbak, biar listriknya hemat kalo abis make toilet jangan disiram ya, airnya bisa dipake buat cuci mobil. Lagian kalo toiletnya bersih nanti lalat – lalat saya makan apa?”

Banyak kalimat  - kalimat yang baik untuk mempengaruhi orang, untuk melakukan hal baik atau buruk.

Gk nyambung kan, Nah! Itu intinya

Jumat, 24 Mei 2013

Analogi 1


oleh Agus Firmansyah (Catatan) pada 12 Agustus 2012 pukul 12:57

Punya daya ingat yang Bagus itu belum tentu baik,waktu kita mengingat banyak hal baik mungkin serasa merepetisi kesenangan pada masa - masa yang sudah lewat, dan tak ada satu orang pun yang akan mengingat2 kenangan buruknya, tapi D'javu sangat mungkin terjadi dan menimbulkan rasa sakit dan tegang di kepala. 

sangat tidak mungkin kita menyisihkan kenangan buruk dalam diri kita, karena itu adalah hal yang harus diingat untuk terdegradasi oleh nalar kita, hanya dengan izin Allah SWT manusia dapat mengetahui cara memperbaiki ahlak dengan instan dan sendirinya.

Bagi kita yang penuh salah, berbekal rekaman kesalahan yang telah terjadi kita harus belajar secara manual bagaimana memperbaiki diri,  dan tidak lagi mengotori ingatan kita.

diwali oleh kesadaran, mulai dengan kemauan, dan jaga dengan prinsip yang teguh.

mereka, dia, lewat cermin. 000....0...|


oleh Agus Firmansyah (Catatan) pada 15 Agustus 2011 pukul 22:11

kenapa dengan mereka,
merasa melihat?,
merasa menyentuh?,
merasa memiliki?,
merasa menyayangi?,

Tapi Dia,
kosong,
sombong,
keras,

kenapa juga dengan dia?,
apa dia tidak merasa?,
atau karena perasaan mereka saja?,

Apa Lampu pijar itu belum berbuat Lain lagi?,

diantara yang aneh2, sajak ini yang paling aneh
sampe males buat abcanya lagi, terinspirasi dari lagu iwan fals - sumbang
dan sambil marah sama lampu pijar

Proses Yang Rumit


oleh Agus Firmansyah (Catatan) pada 30 Maret 2013 pukul 2:02

Engkau yang memegang segala keputusan, dari segala titik aku menujuMupada terbatasnya kecerdasanku, aku selalu kritis dan tak pernah bosan menganalisa dzatMubermunculan rasa dalam hati, Takut dan NyamanMaafkan jika aku tidak mengikuti pertandaMu,
aku hanya ingin membuktikan kuasa yang kau tanamkan dalam hati iniaku ingin hidup pada masa yang kau anugerahi,aku mendekatimu karena kelemahanku, bersadar pada suatu keterbatasan
bersyukur dari banyak kelebihan, terimakasihpada kekuranganku, ternyata masih begitu banyak kelebihan yang membuatku tersenyum dan berbagi
entah mengapa kau tanamkan cinta dalam hati, dan pada proses yang rumit
aku merasa kau menyuruhku untuk berusaha sekeras mungkin, maaf jika aku sesekali lemah
aku terbiasa malas dalam hidupku, sekarang kau beri kesempatan untuk berubah
terimaksih atas kesempatan ini, maaf jika aku sesekali lemah
aku pastikan akan melalui jalan terbaik, untukMu 

Kesempatan


oleh Agus Firmansyah (Catatan) pada 16 April 2013 pukul 20:58
fakta, 
kalo ada orang deket yg ngatain kita "dasar malesan" atau "dasar jorok"
respon pertama yang sering kita lakuin adalah :
1. mengelak
2. balik ngatain
3. mengoreksi orang lain
4. bilang "hhalah", (nganggep komen orang tsb gk real, subjekif)
sebenernya gk terlalu bermasalah dan malu kalo ngaku, nerima dan koreksi diri
valid atau enggak komentar seseorang terhadap kita adalah sebuah penilaian berdasarkan apa yang mereka rasa tentang sikap kita,
memang, setiap orang punya penilaian masing2, tapi bisa jadi kritikan ringan malah sangat objektif dan valid, dan mengelak itu sangat gk cerdas dan menutupi kenyataan yang terjadi, apa salahnya bilang "iya" dan kita tau kemana arah untuk move on jadi pribadi yg lebih "Positif"

Sama - Sama Performer


oleh Agus Firmansyah (Catatan) pada 4 April 2013 pukul 17:23
Musisi, Komedian, Dosen

Bangganya musisi waktu perform itu pas dia mainin lagu andalannya disambut antusias tinggi oleh semua fans dan audiens yg nonton konsernya.
Bangganya Komedian waktu perform itu pas dia lempar joke - joke andalannya bisa. bikin sakit perut dan ndower penonton yg nonton aksinya.
Bangganya dosen pas perform itu waktu ilmu yang ia miliki tersampaikan dengan total lewat kuliah yang interaktif.

musisi gagal, di teriakin "huuuu...", dilempar botol, musiknya gk punya efek "trance"
komedian gagal, klo jokenya garing, audiens hening, malah bikin orng mkin stress
kuliah gagal, mahasiswa ngobrol sana - sini, beberapa pada tidur, yang laen pura2 kekamar kecil

Etis gk kira2 kalo :
Musisi gagal bilang "ayo dong pada nyanyi bareng.." #sambil dilemparin botol
komedian garing bilang "ayo geh ketawa" #sementara bahan ketawanya gk ada

Tapi kalo kuliah gagal sebenernya salah siapa sih?
penyaji kuliah yang kurang total bikin presentasi dan mengelola audiens dikelas, atau masak audiensnya?

Dosen biasanya si pake trik sok tegas dan disiplin, atau yg gk bisa tegas suka nyindir - nyindir audiens biar suasana kuliah kembali kondusif, kira - kira hal gituan etis gk sih, gk fair dong sama musisi dan komedian

audiens konser itu beli tiket, rela rebutan
nonton panggung komedi jg beli tiket
kuliah jg bayar spp, beli buku, rajin browsing

kalo niat itu kan rela antri, rela panas - panasan, dan dteng tepat waktu

pencari Ilmu dan Hiburan itu sama - sama Niat dan antusias, berharap seorang performer ngasih mereka yang terbaik

okelah, musisi dan komedian semakin bisa memuaskan penonton, semakin tenar dan banyak value yg dia diterima,

terus kenapa gk milih jadi musisi atau komedian aja kalo gitu?

musisi, komedian, dan Dosen, sama - sama performer
setiap aksi mereka wajib diberi Apresiasi walaupun "failed", mereka udah sama - sama berusaha, tapi tetep kliatan siapa - siapa diatara mereka yg gigih dan jadi performer yg satisfied.

Suka - Suka


oleh Agus Firmansyah (Catatan) pada 13 April 2013 pukul 1:21
Tuhan kan bukan bos, yg suka suruh2
Tuhan juga bukan tokoh masyarakat yg biasa minta dihargai bnyak orang
sesekali gpplah ngambek ama Tuhan toh dia lebih penyayang dari Ortu kita
Tuhan ada karena hati kita percaya, jaga hati dari penyakit
itu hal terbaik untuk mengaku sebagai Ciptaannya

Ungkapan


oleh Agus Firmansyah (Catatan) pada 5 April 2013 pukul 1:47
Sedekah itu ungkapan syukur

kalopun kita makan nasi sehari sekali, ada yang makan mie sehari sekali, doanya semoga bisa berbagi Nasi.
kita makan mie sehari sekali, ada yang cuma minum aer putih + promag, doanya semoga bisa berbagi mie,
beruntung bisa minum aer putih + promag dg cara yg normal, ada yang mulutnya menceng, doanya semoga bisa nyariin donatur bwt operasi.
biarpun mulut menceng asal masih bisa ngucap syukur itu jauh lebih baik dari pada mereka yg lupa ama nikmat tuhan, doanya ya semoga dengan hidup yang terbatas tapi penuh syukur ini bisa ngasih sedekah berupa kisah inspiratif bwt mereka yang sulit untuk mensukuru nikmat

Untuk Mereka


oleh Agus Firmansyah (Catatan) pada 6 Desember 2011 pukul 18:54
Kami berbagi Nasi di meja makan yang sama,
dengan seorang Bapak yang tidak banyak bicara,
Bapak yang terlihat begitu fokus mengisi piring - piring nasi kami setiap Harinya,
Kami mendapat porsi Cinta yang Sama, walau telah berangsur Dinamis,
Tapi sepertinya tetap sama tiap - tiap dari kami,
Fisik kami berbeda, begitupun Hati kami,
hingga kami menyerap Cinta mereka dalam jumlah yang berbeda-beda,
tapi tetap sama, dalam sudut lain
dan kami tumbuh dengan karakter berbeda, cara pandang berbeda, dan cita - cita yang berbeda
aku yang pertama, wujudkan cita - cita
sekarang, aku separuh gagal
oleh sebab yang sama dari harapan cita - cita itu,
besok, aku tidak akan mereka, yang kedua, ketiga, keempat, . . . , sedikitpun tersentuh oleh keraguan, hingga kegagalan hanya dapat memantau mereka dari kejauhan,  

Fight The Monster

oleh Agus Firmansyah (Catatan) pada 4 Juli 2011 pukul 23:47
gw lihat monster tapi kurang jelas, ciri kasarnya
- gampang putus asa si,tapi sangat cerdas
- mudah dipengaruhi, tapi sebenernya keras banget palaknya
gede banget tu monster, seandainya gw punya nmr hp ultraman cosmos
tapi monster itu muncul waktu gw ngaca, sial gw mesti lebih cerdas, ya rabb kirimin gw peluit

entahlah apa yg gw tulis, banyak yg gk jelas
Mungkin ada artinya, mungkin Cuma gelitik bagi yang baca.

Menulis adalah bekerja untuk keabadian – Pramoedya Ananta Toer

RASA


oleh Agus Firmansyah (Catatan) pada 26 April 2011 pukul 21:10
Tubuh kita dipasangi berbagai sensor rasa oleh Sang Maha Pencipta, semisal sensor rasa geli dibagian pinggang, kaki, atau dimanapun kita merasa, sensor senang pada hati kita, sensor tersebut meneruskan apa yang kita rasa pada otak kita sehingga ketika kita merasa sesuatu mulut kita bisa bilang wadauuww, aduh, ahaAA eeenaaak, aahhh aahhh...., whatever
Sadar adalah keadaan dimana kita bisa mengontrol seluruh badan kita, termasuk menterjemahkan berbagai sensor rasa dan mengambil tindakan terhadap rasa-rasa itu
Ketika kita merasa sakit (aduh) otak kita berusaha menghentikan rasa itu dan mencoba menghilangkannya lewat anggota badan yang lain, begitu pula ketika (eeenaaak, aahhh.. aahh..), otak kita diliburkan dan rasa itu yang menguasai kita, dan kita lupa, buta, fly
Dan seharunya kita merasa tidak nyaman dengan lingkungan tempat kita hidup, kebanyakan mulut berucap ; “aduh panas ya”, “haduh ujan, Banjir gk y..”,   dan sedikit otak(Orang)  mencari cara menghilangkannya, dan sedikit pula anggota badan(Orang) kita melaksanakan cara itu, hingga akhirnya sedikit dari itu mulut (Orang) berucap hahh..(sedih)
Apakah banyak dari kita tidak “Sadar”
Atau ada kerusakan pada sensor KITA, atau otak KITA, atau mulut KITA, atau anggota badan KITA
Atau mungkin kita sedang lupa, buta, karena RASA itu sedang menguasai kita
karena banyak dari kita saling menyakiti, membenci, dan sepertinya otak, sensor, mulut, dan anggota badan itu melakukan hal lain yang seperti tidak semestinya, dan sepertinya kita tidak bersyukur atas karunia rasaitu.
Dan semestinya kita hanya harus bersyukur kepadaNya, bukan melakukan kerusakan lain Dan Mulai memperbaiki tempat hidup kita (Bumi),  walaupun segala nubuwat Muhammad Telah banyak yang teridentifikasi sebagai pertanda hari Akhir, Akan tetapi apa salahnya Bila Kita semua Berakhir Dalam Keadaan sedang Meperbaiki Bumi.

Anti-Social

oleh Agus Firmansyah (Catatan) pada 19 April 2013 pukul 1:09

Contoh anti-sosial menurut gw

# Pribadi yg menganggap komentar dan tindakan orang lain terhadap dirinya gk begitu penting buat dia,
# Dia gk mempedulikan bagaimana respon dan perasaan orang2 atas tindakan yang ia lakuin,
# dalih yang paling sering dilontarkan saat seseorang mengkritik : "Gue cuma jadi diri gue sendiri kok"
# beberapa ciri pribadi anti-sosial
 - penyendiri
 - gk punya selera humor
 - mudah tersinggung
 - temennya sedikit
 - idealis
 - gk punya toleransi/apatis
 - etc deh,,

be aware sob, biarpun cuma sedikit sikap anti-sosial pada diri kita bisa berpotensi jadi lebih buruk, bisa ngejomblo sampe mati, cuma satu alesan ketika seorang anti-sosial meninggal tetap ada yang ngubur, karena mayatnya pasti bau dan harus dikubur

solusinya :
# cari dan pilih komunitas yg bikin kita nyaman bersosialisai
# terima aja kenyataan kalo kita punya banyak kekurangan, jgn bnyak protes
# Jatuh Cinta, gk ada penyakit yg gk sembuh karenanya
# banyak bersyukur, sering aja lihat orang2 yg lebih jelek